Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital

LPM GRAFFITY

Media Pers Mahasiswa IAIN Palopo

Opini: Studi Islam dan Local Wisdown

Dok; agussalim/lpmgraffity.com

Penulis : Agus Salim (Mahasiswa MPI IAIN Palopo)

Masuknya Islam di Nusantara tidak terlepas dari pendekatan kultur dan budaya masyarakat, hal demikian banyak terjelaskan di dalam manuskrip sejarah dan realitas sosial yang dirasakan saat ini.

Kearifan adalah kebenaran Universal, begitu ditambah dengan Lokal maka mereduksi makna kearifan itu sendiri, berdialog tentang kearifan berarti tidak jauh dari kebenaran dan nilai-nilai universal, menolak kearifan lokal berarti tidak mengakui kebenaran Universal.

Sejak awal kelahiran-nya, Islam tidak hadir diruang yang hampa tradisi dan budaya, telah menjadi realitas sosial saat ini, memiliki fungsi yang cukup signifikan, mengantarkan Islam menuju perkembangan zaman, sehingga memberi kemanfaatan pada masyarakat dunia.

Multikultural serta keanekaragaman merupakan kekayaan intelektual dan kultural dari warisan budaya yang perlu dilestarikan, sejalan dengan derasnya perkembangan teknologi dan transformasi budaya kearah kehidupan modern serta pengaruh globalisasi. Menjadi kekhawatiran nilai-nilai Tradisional dan warisan budaya menghadapi tantangan.

Apa peran perguruan tinggi dalam menata Studi Islam dan Kearifan Lokal ? Pertama, mata kuliah tersebut tidak hanya menjadi bahan diskursus dibangku kuliah saja, namun jauh lebih penting menggali dan terjun langsung mengadvokasi proses Budi daya nilai-nilai lokal masyarakat.
Kedua, cenderung kita yang tidak memahami studi Islam dan kaitannya dengan kearifan lokal sontak menolak dengan mudah mengatakan bahwa hal demikian sesat dalam ajaran agama, pola fikir inklusif dan Eksklusif harus terwejantahkan dalam melihat realitas sosial.

Pola fikir dan kehidupan sosial yang sama melahirkan kebiasaan, sehingga mengarah pada lahirnya budaya lokal, yang mampu membedakan mereka dengan masyarakat lain. Budaya Lokal tersebut bisa saja berupa pola fikir, tradisi, dan hukum adat.

Saya mengutip nilai yang selama ini dipeganng ormas terbesar yang ada di Indonesia yaitu NU “Almuhafadsatu Alalkodimissalih, Walahsu Biljadidil Aslah” (Mempertahankan tradisi lama yang baik, dan mengambil tradisi baru yang lebih baik).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
22 views