Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital

LPM GRAFFITY

Media Pers Mahasiswa IAIN Palopo

PUISI: Perempuan

Dok: blogspot.com/lpmgraffity.com

Kali ini, aku ingin bicara tentang Perempuan

Pernahkah sejenak kau berdiam diri,

Memandang lekat diri,

Menelisik setiap bagian dari dirimu, yang kelihatan dan tak terlihat secara teliti?

Bagaimana cara menata rambutmu, sudahkah sesuai keinginanmu?

Pakaian yang kau kenakan, sudahkah nyaman untukmu?

Riasan wajah yang menempel di permukaan kulitmu, apa benar yang kau sukai?

Berbeda dengan diriku, yang ku sukai dari Perempuan adalah Ke-seksiannya.

Yah, keseksiannya yang membuatku takjub.

Bukan Tubuh atau Yang melekat dibadan nya.

Tapi Pola Pikirnya.

Ya! Seberlalunya perempuan itu, mereka asik mengobrolkan dan menjadikan bahan lelucon tubuh perempuan yang satu dengan yang lainnya.

Dari rambut, lekukan-lekukan tubuh, hingga ujung kaki tak luput dari sapuan pandangan dan komentar mereka.

Tidak jarang cekikan menutup diskusi mereka.

Hei…Katanya Perempuan Maha Benar ! Apakah setara dengan Tuhan ku yang Maha besar?

Ironi!

Dimana-mana perempuan kulihat terpuruk dalam ketidak berdayaannya.

Tidak punya kemampuan untuk melawan,

Resiko kerja! Resiko kerja!

Siap bekerja, harus siap menerima resikonya, begitu persepsi kebanyakan orang.

Aaah! Sudahlah,

Waktu terus bergulir.

Bulir-bulir yang terus mengalir vertikal, karena gravitasi ternyata tidak menyurutkan semangat dan lengkungan di bibir mereka.

Hal remeh-temeh pun menjadi luar biasa.

Semata-mata demi kepuasan nafsu dari bola mata yang diekori dengan komentar atas tubuh perempuan yang mau tidak mau harus melayani trik murahan mereka.

Tapi apa mesti dibiarkan, dianggap hal biasa sehingga membudaya?

Tulisan ini menyadarkanku,

Perempuan dimana-mana masih belum dihargai setara dengan laki-laki.

Bahkan ia pun tak punya otoritas untuk tubuhnya.

Sudah diam sekian lama.Apa harus tetap tunduk dan diam?Wahai Perempuan Melawan!

Padang Sappa, 2021

Zulkarnain

Editor : Kud..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
20 views