Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital

LPM GRAFFITY

Media Pers Mahasiswa IAIN Palopo

Refleksi Bencana Alam : Kode Keras Yang Maha Kuasa untuk Hamba melakukan Pertaubatan Ekologis

lpmgraffity.com-Dalam beberapa kurun waktu terakhir kita diselimuti duka atas apa yang terjadi terhadap saudara-saudara kita pada beberapa titik wilayah di Sulawesi Selatan. Untuk itu saya mengharap kepada pembaca untuk sejenak mengirim doa agar proses penanggulangan yang terjadi dapat dilancarkan sehingga saudara-saudara kita yang menjadi korban dapat terbantu secara maksimal.

Apresiasi setinggi-tingginya tak lupa penulis sampaikan kepada para relawan yang telah berjibaku dalam bentuk usaha, moril, maupun materil. Kufur kita bila dalam bencana ini tidak ada hikmah atau pelajaran yang lantas kita ambil. Bencana ini seolah menjadi “Kode Keras” Yang Maha Kuasa terhadap melencengnya aspek kehidupan terkhusus tentang bagaimana pertautan antar ciptaan-Nya yaitu alam dan manusia.

Bencana menjadi imbas tak terelakkan akibat siklus yang tak lagi seimbang. Tujuan awal terjadinya simbiosis mutualisme justru menjadi cikal bakal pengkhianatan kepada alam.
Oknum manusia yang berhimpun dan diberi label “penguasa”, atas dasar hawa nafsunya menggunakan frasa “memanfaatkan alam untuk kepentingan masyarakat” namun dalam praktiknya tak ubah seperti setan-setan tasmania yang rakus, melakukan eksploitasi besar-besaran demi memperkaya diri. Bencana ini menjadi legitimasi standar moral dan etika yang sangat minim bahkan boleh dikata nihil dimiliki oleh para oknum manusia yang diberi label “penguasa” tadi. Bagaimana tidak, jauh sebelum bencana ini terjadi sudah banyak peringatan dengan menggunakan berbagai dalil mulai dari nilai-nilai local wisdom yang turun temurun menjadi warisan, hingga aksi penolakan yang dilakukan oleh masyarakat. Namun apa daya, para setan ini enggan bergeming. Paling parah kemudian sikap pengecut lalu muncul ketika bencana ini terjadi, jangankan minta maaf mengakui dengan nyali bahwa mereka keliru pun tidak.

Penulis menghimbau kepada siapapun yang di lubuk hati paling dalam tersemat pengakuan bahwa Ia menjadi salah satu yang mesti bertanggung jawab atas peristiwa ini untuk melakukan yang seharusnya dilakukan. Mengutip diksi yang viral bebrapa bulan yang lalu namun bukan lantas diksi yang muncul baru-baru ini yaitu “Pertaubatan Ekologis”. Akui, mohon ampun, kemudian lakukan perbaikan dengan segala risiko yang melekat. Berani berbuat berani bertanggung jawab, terima konsekuensi yang ada sebagai bagian dari pilihan yang diambil. Setidaknya penulis dan beberapa social movement yang ada menjadi saksi untuk meringankan dosa-dosa kalian di pengadilan yang akan datang.

Penulis: Muh Razak

Editor: Siti Rahmania

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
20 views