Pena Dari Hujan Serapah
Pena yang menari di atas kertas,
bukan sekadar menari,
melainkan mengungkap fakta lewat berita,
menggores luka dari kata-kata yang tak terjaga.
Ini bukan sekadar tinta hitam,
bukan pula hanya cairan biasa,
melainkan terompet dari ketidakadilan.
Darah menetes dari tangan pencari berita,
demi moral yang tak bisa dibeli dengan uang.
Mereka yang sering kalian hakimi,
bukanlah pahlawan bersenjata dan berseragam,
melainkan mereka yang berdiri
tanpa zirah ataupun pedang.
Hanya bermodal pena dan keberanian,
mereka berdiri di garis depan pemberitaan,
melawan kejamnya manusia.
Lihatlah mereka!
Merekalah para jurnalis yang dibanjiri
hujan serapah dari orang-orang yang buta,
yang haus akan kekuasaan.
Namun mereka tetap berdiri,
demi orang-orang yang takut bersuara,
demi keadilan yang terpenjara,
dan kebenaran yang tak punya panggung.
Pena ini tak sekadar menulis,
tapi menggugat kuasa, menggoyang fakta,
dengan narasi tajam dan keberanian,
yang mampu membungkam aparat,
dan membangunkan dunia dari lupa.
Jurnalis penjaga pagi yang resah,
yang rela dilupakan demi berita.
Merekam jejak-jejak fatamorgana,
agar keadilan tak hanya milik penguasa,
tetapi juga suara mereka,
yang dihidupkan kembali lewat pena.
Penulis: Angga (Crew Lpm Graffity)
Editor: Mas’un (Pimpred)

Tinggalkan Balasan