Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital

LPM GRAFFITY

Media Pers Mahasiswa IAIN Palopo

Mahasiswa dan Peran Kelembagaannya

lpmgraffity.com — Istilah mahasiswa sudah tidak asing lagi di telinga dan pikiran masyarakat, sebab istilah tersebut selalu muncul baik di sosial realitas maupun dunia Maya. Istilah kemahasiswaan tak bisa di lepas dari peran penting kemahasiswaan di negara, oleh karenanya mahasiswa selalu di sangkut pautkan dengan perjuangan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Sementara kelembagaan mahasiswa adalah sebuah lembaga yang berperan penting untuk menjadi lembaga pendidikan terlepas dari pendidikan formal seperti kampus. Kelembagaan mahasiswa ini juga memiliki peran penting dalam aktualisasi nilai terhadap lingkungan sosialnya.

Dari peran tersebut di atas mahasiswa dan kelembagaan selalu mengalami pasang surut perjuangan, seperti perjuangan atas penguasa dan rakyat, yang bahkan dibeberapa kampus tidak lagi berperan aktif dalam proses perjuangan, misalnya seperti kampus IAIN kota Palopo.

Belum lagi pada ranah internalnya, ada banyak kebijakan yang seharusnya disikapi oleh mahasiswa dan atau kelembagaan, namun perhari ini mengalami romantisme dengan pihak birokratis kampus, romantisme yang terbangun di kelembagaan adalah romantisme proses kepengurusan dengan mudah.

Bahkan kelembagaan mahasiswa tidak segan dan tidak malu biasanya melakukan praktek perpeloncoan yaitu proses kegiatan dalam menyambut maba di beberapa jurusan dengan nama kegiatan yang di desain dan simbolisasi hitam yang juga hari ini simbol itu di gunakan di kampus yang berlatar simbol hijau, lalu ketika ditanya soal simbol hitam tersebut tidak tau menjelaskan maksud dan maknanya, tapi itu hanya judul-judulan agar mahasiswa baru tertarik untuk ikut namun ternyata pada saat Mahasiswa baru mengikutinya terjadi proses jalan bebek, rendam merendam dan beberapa praktek lain yang tidak punya efek terhadap tumbuh kembangnya pemikiran mahasiswa baru.

Hal diatas bukanlah praktek budaya dalam kampus khususnya di kelembagaan mahasiswa, sebab kelembagaan mahasiswa harusnya berperan penting untuk menambah wawasan dari penambahan wawasan tersebut mahasiswa juga dapat mengembangkan mentalnya dengan kapasitas yang substansial.

Oleh karena itu yang menjadi pertanyaan adalah apakah praktek itu di kelembagaan mahasiswa relevan? Ataukah ketika relevan seperti apa relevansinya?, jangan sampai relevannya adalah karena senior ingin penghormatan lebih dengan menanam ketakutan pada kepala mahasiswa baru atau apalah, maka perlu pemaknaan seperti itu perlu untuk kembali dikaji dan direnungi selaku pengurus serta mahasiswa yang lain, untuk menyusun konsep dengan upaya peningkatan kualitas mahasiswa baru.

Penulis membuat narasi seperti ini adalah sebuah bentuk untuk melakukan penyadaran dan sebagai bahan diskusi bagi pengurus untuk terus merawat perjuangan, agar mahasiswa terus mengambil peran aktif dalam proses perjuangan atas Masyarakat sosial.

Maka dari itu mahasiswa harus terus mengupayakan untuk peningkatan kualitas lewat basis pengkajian dan mendiskusikannya secara massif hal tersebut, agar kampus dan negara terus punya generasi yang berkualitas sehingga menjadi penerus selanjutnya.

Oleh sebab itu, mahasiswa dan kelembagaan secara tidak langsung punya peran penting terhadap bangsa dan negara dan kampus secara tidak langsung terbilang berprestasi dengan kualitas yang substansi.

_____________________

Tim Redaksi 

Penulis : Yanyan

Editor : Regita Amri 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
38 views