Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital

LPM GRAFFITY

Media Pers Mahasiswa IAIN Palopo

OPINI: Dilema Mahasiswa Dalam Arogansi Klasifikasi kampus

Lpmgraffity.com-Dibeberapa dekade belakangan ini, menjadi mahasiswa akhir adalah sesuatu yang banyak menghadapi tantangan dalam penyelesaian, mulai dari tantangan dosen yang sulit di temui sampai dosen yang lambat datang atau dalam hal ini dosen serta staf yang tidak sesuai dengan aturan jam kerja.

Fenomena ini bukan hanya sebuah fenomena yang hanya di hadapi oleh mahasiswa akhir, tapi juga fenomena tersebut seringkali di dapatkan oleh mahasiswa yang dikenal dengan mahasiswa baru. Berbeda dengan hal itu, ketika seorang mahasiswa yang terlambat, terkhususnya mahasiswa baru maka diberikan konsekuensi, konsekuensi yang sering didapatkan adalah tidak diperbolehkan mengikuti mata kuliahnya.

Fenomena tersebut seharusnya sudah tak ada lagi di jumpai di kampus manapun, sebab zaman penjajahan telah berubah ke zaman yang lebih modern, yang boleh di kata era kecerdasan akal yang di butuhkan bukan sifat keras dan sifat menenkan karena otoritas.

Kalau secara spesifik di kampus IAIN Palopo fenomena ini sering kali di dapatkan, sebab ketidak tertiban dosen serta staf yang Masih saja tidak tertib dengan aturan jadwal yang di berlakukan. Sementara banyak urusan kemahasiswaan yang harus mereka selesaikan, serta dengan keterlambatan demikian adalah contoh yang tak pantas untuk di perlihatkan, apalagi sekelas dosen dan staf.

Belum lagi di persoalan lain, di bagian administrasi yang menjamu mahasiswa dengan raut wajah yang tak menyenangkan serta teguran terhadap mahasiswa seolah-olah ingin memperlihatkan citra dirinya dengan garang dan keras. nah, saya teringat perkataan salah satu narasumber yang pernah datang di IAIN Palopo, secara kesimpulan mengatakan kira-kira seperti ini “kampus itu di bagian administrasi harus seperti teller bank yang ramah senyum, bukan malah memperlihatkan muka yang menakutkan”.

Dengan demikian tulisan ini adalah kejadian yang sering di dapatkan dalam kampus, dan tulisan ini bertujuan untuk menjadi refleksi kita secara bersama bahwa, praktek demikian bukanlah praktek yang baik untuk di perlihatkan sebab kampus kita adalah kampus yang ‘harus’ memperlihatkan nilai-nilai Islam yang ramah bukan pemarah.

Penulis: Marga

Editor: Caca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
24 views